Karhutla Kalbar Capai 38.310 Hektare, 61 Titik Api Terverifikasi — OMC Mulai Berbuah Hujan

SorotKita.com // Kalimantan Barat — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian serius.

Meski jumlah titik panas dilaporkan mengalami penurunan dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai menghasilkan hujan di sejumlah wilayah, pemerintah masih diminta tetap waspada terhadap potensi munculnya kembali titik api.

Berdasarkan data penanganan yang disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Kalbar, Jumat (4/9/2026), luas lahan yang terbakar di Kalimantan Barat telah mencapai sekitar 38.310 hektare.

Namun, angka hotspot tidak serta-merta menunjukkan jumlah kebakaran yang terjadi di lapangan.

Dari 166 hotspot yang terdeteksi BMKG, BNPB melakukan pengecekan melalui patroli dan pengamatan visual.

Hasilnya, sebanyak 61 titik dinyatakan benar-benar sebagai titik api atau fire spot, dengan luas kebakaran terkini sekitar 802,17 hektare.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya verifikasi lapangan terhadap data penginderaan satelit sebelum dijadikan dasar penanganan kebakaran.

OMC Mulai Memberikan Dampak

Di tengah penanganan karhutla, pemerintah terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan pembasahan.

Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah menjadi angin segar dalam upaya mengendalikan karhutla, terutama untuk membantu membasahi kawasan gambut yang rawan kembali terbakar.

Meski demikian, turunnya hujan belum dapat dijadikan tanda bahwa ancaman karhutla telah berakhir.

Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul ketika kondisi kembali kering. Pemerintah karena itu tetap memperkuat operasi pemadaman darat dan udara.

Titik Api Menurun, Kewaspadaan Tidak Boleh Turun

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa jumlah hotspot sebelumnya sempat mencapai lebih dari 2.000 titik dan kini disebut telah turun menjadi sekitar 100 titik.

Penurunan tersebut menjadi indikator positif dari berbagai upaya penanganan yang dilakukan pemerintah bersama TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.

Namun, pemerintah mengingatkan agar kondisi tersebut tidak membuat semua pihak lengah.

Pemantauan dan pemadaman tetap dilakukan sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman.

Bagi masyarakat, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir. Kondisi cuaca, kelembapan lahan, serta munculnya kembali titik panas masih perlu dipantau secara berkala.

SorotKita.com akan terus memantau perkembangan karhutla di Kalimantan Barat, termasuk kondisi titik api, kualitas udara, efektivitas OMC, serta langkah penanganan yang dilakukan pemerintah dan tim gabungan di lapangan.

(Tim/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *